Minggu, 10 Mei 2020

PRAKTIKUM 9 PEMBUATAN PETA TEMATIK BASIC KE WEB ArcGIS


PETA PERSEBARAN MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA DALAM PETA TEMATIK

peta persebaran mahasiswa FPIK UB

            Penyebaran pandemi Covid-19 yang sangat cepat telah memberikan kecemasan terhadap masyarakat Indonesia dan seluruh dunia. Adanya situasi tersebut juga berdampak terhadap berbagai bidang kehidupan, salah satunya yaitu pendidikan. Diterapkan Social Distancing yang kemudian menjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menyebabkan sebagian besar universitas dan sekolah-sekolah menerapkan study from home atau belajar di rumah.

            Peta di atas menunjukan wilayah persebaran mahasiswa FPIK Universitas Brawijaya yang sebagian besar telah pulang ke daerahnya masing-masing. Diketahui bahwa terdapat 20 daerah yang telah menerapkan PSBB, seperti DKI Jakarta, Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Pekanbaru, dan lain-lain.

            Di beberapa daerah dalam persebaran mahasiswa FPIK pun ada beberapa yang belum diterapkan PSBB namun telah melakukan karantina mandiri. Daerah-daerah di wilayah persebaran mahasiswa FPIK pun sebagian besar cenderung sepi, namun aktivitas masyarakat masih seperti biasanya. Namun kini sebagian besar masyarakat telah lebih memperhatikan kesehatan, misalnya melakukan penyemprotan disinfektan pada setiap rumah, rajin mencuci tangan, dan menggunakan masker pada saat keluar rumah.

            Di Kabupaten Bogor sendiri telah diberlakukan adanya PSBB. Dalam hal itu, sebagian besar tempat wisata, rumah makan, hotel, mall, dan fasilitas publik lainnya telah ditutup. Kondisi wilayahnya pun cenderung lebih sepi dari biasanya.

            Bupate Bogor, Ade Yasin menyebutkan kasus virus Covid-19 di Kabupaten Bogor belum melandai. Berbeda dengan Kota Bogor yang sudah tiga hari ini tercatat nol kasus baru Covid-19.

            Jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Bogor pun diketahui telah mencapai 140 pasien yang teinfeksi virus, 15 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan 11 orang meninggal dunia (Rabu, 6/5).

"Sebagai daerah dengan grafik kasus yang belum melandai, saya dan perangkat daerah tengah melakukan strategi menyerang sekaligus bertahan," ungkap Ade Yasin.

Sabtu, 11 April 2020

PRAKTIKUM 6 TABEL, DIAGRAM DAN PIE CHART FLUKTUASI HARGA DI PEDAGANG SAYUR

HASIL PENGAMATAN SELAMA 10 HARI MENGENAI  FLUKTUASI HARGA BAHAN POKOK SEBAGAI DAMPAK DARI PANDEMI COVID-19 DI DESA GUNUNG BUNDER 2

Adanya wabah Covid-19 yang mewabah di Indonesia, selain merenggut banyak nyawa juga berdampak pada fluktuasi harga bahan pokok di berbagai daerah.  

        Pada pengamatan di warung sayur Bu Manti yang bertempat di Kampung Sasak 07/02 Desa Gunung Bunder 2 Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, yang dilakukan selama 10 hari. Pengamatan tersebut dilakukan untuk mengetahui perubahan harga bahan pokok selama 10 hari akibat adanya pandemi Covid-19 ini.

tabel flow pengamatan bahan pokok
selama 10 hari

Dibawah ini merupakan diagram hasil pengamatan perubahan harga bahan pokok yang diamati selama 10 hari, antara lain :

diagram fluktuasi harga bahan pokok di warung bu Manti

Diagram di atas menunjukan adanya perubahan harga bahan pokok ikan kembung, bawang merah, bayam, tempe dan beras pada setiap harinya selama 10 hari berturut-turut.
        Dibawah ini merupakan pie chart hasil pengamatan perubahan harga bahan pokok yang diamati selama 10 hari, antara lain :

pie chart harga ikan kembung

pie chart harga bawang merah

pie chart harga tempe

pie chart harga bayam

pie chart harga beras putih
 Pie chart di atas menunjukan adanya perubahan harga bahan pokok ikan kembung, bawang merah, bayam, tempe dan beras pada setiap harinya selama 10 hari berturut-turut.

PRAKTIKUM 5 ANALISIS SITUASI TERKAIT COVID-19 MENGENAI BAHAN POKOK DI LINGKUNGAN SEKITAR


DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BAHAN POKOK 
DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT


Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi covid-19 yang menyerang sebanyak 3.512* orang (data per 11/4) di Indonesia ini selain merenggut banyak nyawa juga telah berdampak pada berbagai bidang kehidupan di Indonesia, termasuk salah satunya bidang ekonomi. Meroketnya harga dollar berdampak pada semakin melemahnya nilai rupiah dan mengancam kelangsungan ekonomi di Indonesia.


Di Kabupaten Bogor sendiri tercatat sebanyak 26 orang Positif Covid-19, 349 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 330 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) (data per 11/4).

Pedagang Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kabupaten Bogor Mengalami Penurunan Jumlah Pembeli

Diterapkannya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di masyarakat oleh pemerintah juga berdampak pada terhambatnya mata pencaharian beberapa orang di berbagai lapisan profesi. Salah satunya pedagang bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Para pedagang di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bogor merasa merugi diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini. Salah satunya pasar tradisional yang terdapat di Desa Gunung Bunder 2, Pasar Rebo, juga terkena imbasnya. Pasar Rebo sudah mulai sepi pembeli sejak adanya pemberitaan Virus Corona, banyak pedagang yang mengeluhkan terjadinya penurunan pemasukan.

“Sudah hampir 40% terjadi penurunan pembeli, baik yang jualan sayuran, sembako, bahkan penjual buah-buahan. Bahkan ada beberapa pedagang yang sama sekali tidak mendapatkan pembeli.” Ujar salah satu pedagang di Pasar Rebo, Minggu (5/4).

Selain itu juga dampak yang sangat dirasakan terdapat pada penjual ikan-ikan segar. Masyarakat lebih memilih menyerbu sembako dan bahan pokok lainnya ketimbang membeli ikan segar. Hal itu membuat para pedagang ikan, termasuk nelayan, petambak dan pembudidaya merugi akibat permintaan masyarakat terhadap ikan yang menurun drastis.
Supply ikan segar, terutama ikan lele dan ikan mas, terhadap rumah-rumah makan dan restoran pun mulai berkurang diakibatkan banyaknya rumah makan dan restoran yang harus terpaksa tutup karena sangat berkurangnya pembeli yang datang.
  
Gubernur Jawa Barat Siapkan Bantuan Ekonomi Senilai 500 Ribu untuk sejuta KK
Disisi lain, pemerintah Jawa Barat mulai menyiapkan sembako dan bahan pokok bagi keluarga yang rawan miskin baru akibat wabah Covid-19 di wilayah Jawa Barat. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers jarak jauh (26/3) “Setengah juta rupiah itu, sepertiganya berbentuk cash (uang tunai), dua pertiganya berbentuk barang yaitu sembako dan semua yang berhubungan dengan pangan.”
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada hampir satu juta kepala keluarga, berdasarkan perhitungan tim ekonomi Universitas Padjajaran dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar.
Bantuan ini, ujar Ridwan Kamil, akan diberikan selama dua bulan, dan diperpanjang dua bulan lagi jika ekonomi belum sepenuhnya pulih.

PRAKTIKUM 9 PEMBUATAN PETA TEMATIK BASIC KE WEB ArcGIS

PETA PERSEBARAN MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA DALAM PETA TEMATIK peta persebaran mahasiswa FPI...