Sabtu, 11 April 2020

PRAKTIKUM 5 ANALISIS SITUASI TERKAIT COVID-19 MENGENAI BAHAN POKOK DI LINGKUNGAN SEKITAR


DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BAHAN POKOK 
DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT


Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi covid-19 yang menyerang sebanyak 3.512* orang (data per 11/4) di Indonesia ini selain merenggut banyak nyawa juga telah berdampak pada berbagai bidang kehidupan di Indonesia, termasuk salah satunya bidang ekonomi. Meroketnya harga dollar berdampak pada semakin melemahnya nilai rupiah dan mengancam kelangsungan ekonomi di Indonesia.


Di Kabupaten Bogor sendiri tercatat sebanyak 26 orang Positif Covid-19, 349 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 330 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) (data per 11/4).

Pedagang Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kabupaten Bogor Mengalami Penurunan Jumlah Pembeli

Diterapkannya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di masyarakat oleh pemerintah juga berdampak pada terhambatnya mata pencaharian beberapa orang di berbagai lapisan profesi. Salah satunya pedagang bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Para pedagang di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bogor merasa merugi diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini. Salah satunya pasar tradisional yang terdapat di Desa Gunung Bunder 2, Pasar Rebo, juga terkena imbasnya. Pasar Rebo sudah mulai sepi pembeli sejak adanya pemberitaan Virus Corona, banyak pedagang yang mengeluhkan terjadinya penurunan pemasukan.

“Sudah hampir 40% terjadi penurunan pembeli, baik yang jualan sayuran, sembako, bahkan penjual buah-buahan. Bahkan ada beberapa pedagang yang sama sekali tidak mendapatkan pembeli.” Ujar salah satu pedagang di Pasar Rebo, Minggu (5/4).

Selain itu juga dampak yang sangat dirasakan terdapat pada penjual ikan-ikan segar. Masyarakat lebih memilih menyerbu sembako dan bahan pokok lainnya ketimbang membeli ikan segar. Hal itu membuat para pedagang ikan, termasuk nelayan, petambak dan pembudidaya merugi akibat permintaan masyarakat terhadap ikan yang menurun drastis.
Supply ikan segar, terutama ikan lele dan ikan mas, terhadap rumah-rumah makan dan restoran pun mulai berkurang diakibatkan banyaknya rumah makan dan restoran yang harus terpaksa tutup karena sangat berkurangnya pembeli yang datang.
  
Gubernur Jawa Barat Siapkan Bantuan Ekonomi Senilai 500 Ribu untuk sejuta KK
Disisi lain, pemerintah Jawa Barat mulai menyiapkan sembako dan bahan pokok bagi keluarga yang rawan miskin baru akibat wabah Covid-19 di wilayah Jawa Barat. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers jarak jauh (26/3) “Setengah juta rupiah itu, sepertiganya berbentuk cash (uang tunai), dua pertiganya berbentuk barang yaitu sembako dan semua yang berhubungan dengan pangan.”
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada hampir satu juta kepala keluarga, berdasarkan perhitungan tim ekonomi Universitas Padjajaran dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar.
Bantuan ini, ujar Ridwan Kamil, akan diberikan selama dua bulan, dan diperpanjang dua bulan lagi jika ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRAKTIKUM 9 PEMBUATAN PETA TEMATIK BASIC KE WEB ArcGIS

PETA PERSEBARAN MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA DALAM PETA TEMATIK peta persebaran mahasiswa FPI...