DAMPAK
PANDEMI COVID-19 TERHADAP BAHAN POKOK
DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT
Seperti yang kita ketahui
bersama, pandemi covid-19 yang menyerang sebanyak 3.512* orang (data per 11/4)
di Indonesia ini selain merenggut banyak nyawa juga telah berdampak pada
berbagai bidang kehidupan di Indonesia, termasuk salah satunya bidang ekonomi.
Meroketnya harga dollar berdampak pada semakin melemahnya nilai rupiah dan
mengancam kelangsungan ekonomi di Indonesia.
Di Kabupaten Bogor sendiri
tercatat sebanyak 26 orang Positif Covid-19, 349 Orang Dalam Pemantauan (ODP),
dan 330 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) (data per 11/4).
Pedagang
Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kabupaten Bogor Mengalami Penurunan Jumlah
Pembeli
Diterapkannya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di masyarakat oleh
pemerintah juga berdampak pada terhambatnya mata pencaharian beberapa orang di
berbagai lapisan profesi. Salah satunya pedagang bahan pokok di pasar-pasar
tradisional. Para pedagang di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bogor merasa
merugi diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 ini.
Salah satunya pasar tradisional yang terdapat di Desa Gunung Bunder 2, Pasar
Rebo, juga terkena imbasnya. Pasar Rebo sudah mulai sepi pembeli sejak adanya
pemberitaan Virus Corona, banyak pedagang yang mengeluhkan terjadinya penurunan
pemasukan.
“Sudah hampir 40% terjadi
penurunan pembeli, baik yang jualan sayuran, sembako, bahkan penjual
buah-buahan. Bahkan ada beberapa pedagang yang sama sekali tidak mendapatkan
pembeli.” Ujar salah satu pedagang di Pasar Rebo, Minggu (5/4).
Selain itu juga dampak
yang sangat dirasakan terdapat pada penjual ikan-ikan segar. Masyarakat lebih
memilih menyerbu sembako dan bahan pokok lainnya ketimbang membeli ikan segar.
Hal itu membuat para pedagang ikan, termasuk nelayan, petambak dan pembudidaya
merugi akibat permintaan masyarakat terhadap ikan yang menurun drastis.
Supply ikan segar, terutama ikan lele dan
ikan mas, terhadap rumah-rumah makan dan restoran pun mulai berkurang
diakibatkan banyaknya rumah makan dan restoran yang harus terpaksa tutup karena
sangat berkurangnya pembeli yang datang.
Gubernur
Jawa Barat Siapkan Bantuan Ekonomi Senilai 500 Ribu untuk sejuta KK
Disisi lain, pemerintah
Jawa Barat mulai menyiapkan sembako dan bahan pokok bagi keluarga yang rawan
miskin baru akibat wabah Covid-19 di wilayah Jawa Barat. Hal itu disampaikan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers jarak jauh (26/3)
“Setengah juta rupiah itu, sepertiganya berbentuk cash (uang tunai), dua pertiganya berbentuk barang yaitu sembako
dan semua yang berhubungan dengan pangan.”
Bantuan tersebut akan
disalurkan kepada hampir satu juta kepala keluarga, berdasarkan perhitungan tim
ekonomi Universitas Padjajaran dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Jabar.
Bantuan ini, ujar Ridwan
Kamil, akan diberikan selama dua bulan, dan diperpanjang dua bulan lagi jika
ekonomi belum sepenuhnya pulih.